Monumen Pembebasan Irian Barat

 

 Sejarah Monumen Pembebasan Irian Barat

Monumen Pembebasan Irian Barat terletak di tengah-tengah Lapangan banteng, Jakarta. Dulu lapangan banteng bernama waterlooplein yang berasal dari Bahasa Belanda: plein = Lapangan. Tinggi Monumen ini mencapai 35 meter, patungnya terbuat dari perunggu. Figure patung ini terlihat sebagai seorang lelaki bertelanjang dada berdiri agak condong ke belakang, kedua kaki merendang dan tangan ke atas memutuskan rantai, Dengan mulut terbuka. Monumen ini menggambarkan seseorang yang berhasil melepaskan belenggu penjajahan Belanda.

Monumen ini didirikan untuk memperingati kembalinya Irian Barat kedalam wilayah Indonesia pada 1962, yang sebelumnya diklaim oleh Belanda. Irian Barat telah dijajah Belanda sejak tahun 1828 yang kala itu dinamai Nederlands-Nieuw Guinea. Walaupun Indonesia telah merdeka pada tahun 1945, namun Belanda baru mengakuui kedaulatannya pada tahun 1949. Namun, anehnya pengakuan tersebut tidak juga membuat Belanda melepaskan Irian Barat.

Soekarno-presiden pertama Indonesia, terus mengusahakan agar Irian Barat kembali ke Indonesia. Sampai akhirnya mengamatkan Tri Komando Rakyat (Trikora) pada 19 Desember 1961. Isinya, Irian Barat harus direbut. Perjuangan ini berhasil dan bendera Merah putih berkibar di Irian Barat pada 31 Desember 1962.

 

 

 

 

Pembuatan monument memakan waktu satu tahun, dan kemudian diresmikan pada tanggal 17 Agustus 1963 oleh Soekarno. Saat ini, perawatan monument dilakukan oleh Dinas Pertamanan DKI Jakarta.

Komentar